Tentang Saya

Doni Riadi. Saya seorang guru. Terkadang juga murid. Terutama ketika belajar sesuatu, dari siapa saja, apa saja, dimana saja dan kapan saja,  sepanjang waktu... sepanjang hayat. Oleh sebab belajar hanya bisa berhenti bila napas sudah di penghujung ajal.

Sehari-hari mengajar di Sekolah Alam Ar-Ridho Semarang. Saya bertugas sejak 2003, sehingga di tahun 2025 ini genap 22 tahun saya berada di sana.Tahun 2024/2025 ini saya mendapat tugas untuk mendampingi siswa SMM (Sekolah Muda Mandiri), selevel dengan SMA namun berkarakter PKBM atau kesetaraan. Sebelumnya, lama di SD di berbagai jenjang kelas. Disini, juga pernah merintis ekskul Jurnalistik untuk SD, sekitar tahun 2004 hingga kira-kira 3 tahun kemudian diteruskan oleh rekan guru yang lain. Saya juga seorang Ketua Komite Sekolah di SMAIT Harapan Bunda, Semarang. Namun, di bulan April tahun 2025 akan purna tugas.

Di jenjang SMP lembaga yang sama, di SMP Sekolah Alam Ar-Ridho (Sperdo, begitu anak-anak menyebutnya)  saya adalah guru ekstrakurikuler Fotografi yang diberi nama PhotographX. Dan telah memasuki angkatan ke V. Saya juga mengajar ekstrakurikuler menulis dan jurnalistik di SMPI Al-Azhar 14 Semarang sejak tahun ajaran 2006/2007.

Pada awal 2008, saya berinteraksi dengan dunia sekolah alternatif setelah bertemu dan berkomunikasi intens dengan para pegiat komunitas belajar Qaryah Thayyibah, Salatiga. Tahun itu buat saya adalah tahun penuh inspirasi, karena ketika saya menengok arsip tulisan, cukup banyak tulisan yang dibuat pada saat itu.

Sekarang, saya mewakafkan diri untuk pengembangan dunia pendidikan di Kota Semarang khususnya atau lebih luas lagi secara umumnya. Saat ini saya masih menjadi anggota KKG Gugus Bawana Alit. Berikutnya, mendapatkan amanah sebagai wakil koordinator nasional Forum Nasional Guru Penggerak (FNGP) yang sebentar lagi akan bertransformasi menjadi Forum Guru Indonesia (FGI), dan Sekretaris umum KKVI/VCIC (komunitas Koordinator Virtual Indonesia). Juga, menjadi Google Certified Trainer (GCT) dan Co-kapten Belajar.id Kota Semarang, serta anggota tim pengembang kurikulum Dinas Pendidikan Kota Semarang. Tahun 2018, menjadi Guru Berprestasi I tingkat Kota Semarang.

Pun demikian, komunikasi di dalam komunitas penulis muda, Komunitas Wedangjae (Wacana dan Analisis Jurnalisme Empatik), yang lebih dulu saya rintis tetap berusaha saya lakukan. Momen-momen tertentu terkait pendidikan, saya coba abadikan di blog pribadi saya di Pak Guru Doni ini.

Ada banyak hal dan peristiwa yang telah saya lalui bersama anak-anak dan penggiat pendidikan. Kesempatan berharga belajar besama mereka membuat pena saya alhamdulillah terus bisa mengalir. Dulu, semboyan saya : "Jadi guru harus bisa menulis!". Sekarang, sudah berubah : "Jadi guru harus bisa membuat buku!" . Leaving a legacy alias mewariskan peradaban, itulah spirit besar yang seharusnya melandasi setiap gerak guru.

Karenanya, blog ini dilahirkan bukan untuk kepentingan narsisme melainkan sebagai arsip dan jurnal digital dari seorang guru yang haus akan ilmu dan hikmah yang luas terbentang di alam raya.

Untuk berkomunikasi, bisa berkirim via email ke : doniriadi@gmail.com, atau
FB : Doni Riadi Embunpagi. 
IG : brotherdoni atau doniriadi_embunpagi


Popular Posts