• Guru dan Pendidikan Antikorupsi

    Semakin korup sebuah Negara maka akan semakin tinggi tingkat perkelahian antar pelajar, bullying di sekolah, pergaulan bebas, kecurangan saat ujian, dan seterusnya. Apakah hubungan diantara keduanya?...

  • Pendidikan, Untuk Siapa Kau Dinikmati?

    Terlebih keduanya lahir dari rahim dunia pendidikan alternatif. Bang lendo dengan Sekolah Alamnya dan Pak Din dengan Kelompok belajar Qaryah Thayyibahnya. Keduanya, membicarakan sesuatu ‘yang ....

  • Menerbitkan Kumcer Bertema Literasi...

    Literasi Media itu maksudnya agar kita 'melek media'. Bijaksana memperlakukan media dan televisi sebagai alat informasi. Selektif terhadap tayangan, siaran, program dan iklan, berikut bisa mengkritisi terhadap muatan siaran ...

Kamis, 28 Februari 2013

Percakapan Pagi Hari yang So Sweet...

Sebagai guru, hal yang paling nggak nguatin adalah ketika melihat ada seorang murid menangis  tanpa suara. That teardrops...it so touching.

Ia datang terlambat, Kelas sedang berdoa. Seperti biasa, dalam lingkaran. Ia lalu bergabung. Diam, kemudian terlihat murung lalu berkaca-kaca. Ia menyekanya. Berkaca-kaca lagi. Lalu melempar muka. Ia tidak bergumam, ia tidak bisa berdoa, sesuatu sedang mengusik benaknya. Tapi lingkaran terus berdoa, hingga usai.

Usai doa, biasanya guru mengisi dengan taujih atau cerita atau dongeng, tapi tidak kali ini. "Go to your table, please!", kata guru itu meminta anak-anak kembali ke tempatnya masing-masing, membubarkan formasi lingkaran. Ia ingin menghandle murid yang dari tadi mencuri perhatiannya. Lalu, Sebuah bahasa tubuh yang diberikan guru itu membuat ia yang menangis tanpa suara tadi, beringsut menghampiri.

" What happened?" guru itu bertanya.
" is there something wrong?" tanyanya lagi.
Ia menggeleng. Guru itu menatap muridnya dalam-dalam. Ia baru berusia 9 tahun. Murid baru di kelas. Bahasa Indonesianya belum lancar. Bersama keluarganya, belum lama tiba dari sebuah kota di New Zealand.

Ia makin terisak. Guru itu memberinya waktu, menghabiskan isaknya.
"oke, what can i do for you? can i help you?" guru itu bertanya lagi.Ditengah isaknya ia menjawab, "Ibu... aku mau"

Guru itu berpikir cepat. wow, jika betul ini yang dipikirkannya, maka sungguh sangat romantis.
Maka guru itu memastikan dugannya.
"do you miss your mom?, selidiknya.
Ia mengangguk. Wah, ternyata benar!
Sejenak jawaban itu menohok benak sang guru. Rindu Ibu. Sang murid telah menohoknya tepat di ulu hati.
Dalam hatinya, si guru juga berkata,  "I miss my mom too".

Guru itu mengusap kepala muridnya, gadis kecil berkerudung putih bunga-bunga. Gadis yang rindu ibunya, ibu yang baru saja mengantarnya ke sekolah.
Lalu guru itu berkata, "I think it's good when you love your mother. But now, your mother want you stay in school, with your friend here, to make you smarter and bigger. It's just for a while. You can see her again after school. Don't worry. Everything is gonna be alright.". Jeda sebentar.
"Now, take a deep breath, okay..." ujarnya lagi.
Murid itu mematuhinya, ia benar-benar menenangkan dirinya dengan menarik nafas panjang.

"You always together with your mom?" guru itu memastikan lagi. Ia mengangguk. Guru itu tersenyum, kini ia tahu sebuah cara untuk menghiburnya, yaitu dengan menghadirkan ibunya, dalam bentuk menyebutkan namanya. nama Ibu.
"'you cooking with her this  morning?" tanya guru itu lagi. Ia menangguk. "Ayam" katanya. Ow, mereka masak ayam goreng bersama tadi pagi untuk sarapan. "Do you bring that chicken?" tanya guru itu. Nope, ia menggeleng.

Seorang murid lain datang menghampiri, ingin tahu. Guru itu melarangnya. Memintanya untuk memberi waktu berdua saja. Sang murid itu tersenyum simpul. Spontan ia bertanya, "ada apa pak?" . "Nggak pa-pa" jawab guru.

Ia memegang tangan si murid yang tadi menangis tanpa suara. Sekarang sudah lebih tenang. Ia sudah siap untuk belajar.
Guru itu tahu, sang murid  butuh waktu untuk beradaptasi, juga berkompromi dengan perasaannya, perasaan terasing, dan rasa ingin tetap bersama orang-orang yang selama ini bersamanya.

to be countinue...

 >> sebuah episode di suatu pagi di kelas 3A. (realita yg ingin dijadikan cerpen anak, kalo ada waktu nanti...)
Read More

Sabtu, 15 Desember 2012

Kliping : Sosialisasi Masif Kurikulum

SM, 15/12/2012
Harian Suara Merdeka memuat artikel yang kukirim tentang Kurikulum 2013, pada edisi Sabtu (15/12) . Artikel ini sudah diedit oleh redaksi. File aslinya ada di link ini ., berjudul "Menimbang Kurikulum 2013". Ini adalah edisi dokumentasi/kliping.

Read More

Kamis, 13 Desember 2012

Mendesain Almanak 2013 ala Sekolah Alam

Diantara kepadatan khas akhir semester, alhamdulillah masih dapat menyelesaikan desain almanak alias kalender 2013 atas permintaan Kepsek. Kalender ini memuat tanggal Masehi, Hijriah, dan Jawa. Bagi yang ingin memiliki template kalender 2013 dalam bentuk vektor corel draw silahkan kirim email ke : doniriadi@gmail.com, gratis, akan kami kirimkan. Kalender ini rencananya akan dibagi pas rapotan.

Btw, masih ada 2 pekerjaan  lagi paskarapotan terkait desain: melayout Tabloid Sekolah Alam Ar-Ridho dan melay-out majalah sekolah Spalza Patlas. Dan 2 pekerjaan terkait perkusi : Konser Amal Penggalangan Dana untuk Anak Penderita Leukimia di Kendal, dan Siaran di RRI Semarang (plus perform di Simpang 5 dan recording di studio). Semuanya dengan deadline waktu yang sama. Semangat!




Read More

Rabu, 12 Desember 2012

Membuat Narasi Siaran Radio di RRI Semarang

Pengantar
RRI Semarang memiliki program bagus untuk mengedukasi pendengarnya tentang pendidikan di Semarang. Program itu bernama "Dari Sekolah ke Sekolah" dengan durasi 1 jam. SD Sekolah Alam Ar-Ridho (SAA), mendapat amanah dari Diknas Kota Semarang untuk mengisi program tersebut pada hari Selasa esok (18/12). SAA pun menerjunkan timnya, yaitu Angklung dan perkusi-Rombenk. Berikut adalah narasi yang saya buat untuk acara siaran di RRI itu :

DARI SAA UNTUK RRI SEMARANG


SEKOLAH ALAM SECARA UMUM/
Berdirinya  sekolah  alam/ dilatarbelakangi oleh sebuah gagasan/ bagaimana menciptakan sistem belajar mengajar yang menyenangkan/  yang  bisa  menempa  kecerdasan  natural  anak/  dengan kualitas  menjadi nomor terdepan/ sehingga mampu menarik minat anak didik untuk terus  belajar//
Diharapkan/ dari hadirnya sekolah alam/ menjadi alternatif dalam  menciptakan  suasana  belajar  yang menyenangkan/  dan  membuat anak-anak senang/ dan merasa bahwa belajar adalah suatu kebutuhan dan kesenangan/ bukan sesuatu yang membosankan dan harus dipaksakan//

Penggagas sekolah alam di Indonesia/ Lendo Novo/ merintis berdirinya sekolah alam sejak  20  tahun silam//  Puncak dari  pergulatan  panjang  Lendo Novo dalam mengembangkan  konsep sekolah di alam terbuka terjadi pada tahun 1997/ saat ia dan rekan-rekannya mendirikan Sekolah Alam Ciganjur, Jakarta Selatan// Lebih lanjut Lendo Novo mengutarakan/ melalui sekolah alam ia berharap akan terlahir generasi yang memiliki kepedulian tinggi terhadap masalah lingkungan// "Kalau dari kecil anak sudah terbiasa hidup di alam hijau/ dan ditanamkan semangat mencintai lingkungan/ maka begitu besar ia tidak akan melakukan penebangan pohon"//

Sekolah alam/ menurut Lendo Novo berusaha mengembangkan pendidikan bagi semua/ atau seluruh umat manusia/ dan belajar dari semua/atau seluruh mahluk di alam semesta// Sehingga/ fitrah manusia dapat berkembang dan tumbuh sesuai dengan kompetensinya/ dengan belajar bersama alam/ bersifat nyata/ menuju kualitas manusia yang paripurna//

Sekolah alam pada umumnya/ menggunakan sistem pembelajaran dengan konsep tematik/ dan diintegrasikan dengan pembelajaran yang ada//   Setiap   tema   dibahas   dari   berbagai   sisi   akhlak/   seni/  bahasa/ kepemimpinan/ dan ilmu pengetahuan// Tiap tingkatan memiliki sejumlah tema pembahasan yang berbeda-beda//  Selain memiliki metode dan visi yang  berbeda  dari  sekolah  pada  umumnya/ sesuai  dengan  namanya/ suasana yang disuguhkan pun membuat siswa dekat dengan alam//

Subtansi kurikulum  sekolah alam  adalah/ mengajarkan empat hal utama/ yaitu akhlak yang bersifat universal/ logika ilmu/ kepemimpinan/ dan kewirausahaan/ Akhlak dipelajari melalui keteladanan guru dan keluarga sekolah// Logika ilmu dengan learning action/ dan iqro’ ayat-ayat kauniyah di dalam semesta// Kepemimpinan dengan metode outbound training/ Kewirausahaan dengan kegiatan magang/ dan laboratorium bisnis/seperti rumah jamur/ retai/ craft/dan lain-lain//

SEKOLAH ALAM AR-RIDHO/

SD Sekolah Alam Ar-Ridho Semarang/ merupakan  sebuah  lembaga pendidikan dibawah  naungan  yayasan  Alam Ar-Ridho Semarang// SD Sekolah Alam Ar-Ridho/ merupakan Sekolah Alam  pertama dan satu- satunya  di  Semarang//

Berawal dari  gagasan  yang  dimunculkan  oleh  Bapak  H.  Nurul Khamdi, B.  Eng pada tahun 1996/ dengan mendirikan  TK  Islam  Terpadu Ar-Ridho/ Dan kemudian pada tahun 2000/ setelah berdiskusi dengan bapak  Ir. Lendo Novo/ sebagai penggagas konsep Sekolah Alam/ munculah   ide   untuk  mendirikan   dan mendesain  sekolah alam di  Semarang untuk jenjang SD/ dan bahkan sekarang telah memiliki jenjang SMP//

Direktur Sekolah Alam/ Bu Mia  Inayati/ mengatakan bahwa semangat dan usaha  untuk  menjadikan sekolah  yang  selalu berinovasi  dan  kreatif/ untuk menyempurnakan  system/ tidak pernah padam/  Begitu juga inovasi metoda  pendidikan dan prakteknya/ Tujuan Sekolah AlamAr-Ridho adalah/ untuk mencetak manusia  berkualitas dari dua aspek/ yaitu aspek spiritual/ yang bertujuan untuk mencapai  kebahagian akhirat/ dan aspek intelektual/ untuk membekali diri guna mengarungi kehidupan dunia menjadi generasi unggul/ atau khoiru ummah//

Visi Sekolah/
SD Sekolah  Alam Ar-Ridho  Semarang dengan  segala  potensi  dan  kemampuan/  berupaya  untuk  mendidik siswanya   dengan   tujuan   besarnya           menjadi  worldschool   yang   selalu berinovasi/  dan  kreatif  untuk  menyempurnakan  system/  metoda  dan praktek  pendidikan/  dengan  Islam  sebagai  landasan  dan  titik  tolak falsafahnya/ dan menyebarluaskannya ke seluruh Indonesia//

Misi Sekolah/
Adapun  misi  pendidikan  SD Sekolah  Alam Ar-Ridho Semarang adalah :/
Membekali guru agar inovatif dan kreatif serta berdedikasi tinggi/
Membangun managemen sekolah yang amanah serta professional/
Mendidik siswa menjadi generasi unggul / atau khoiru ummah/
Mendorong masyarakat memahami konsep pendidikan yang benar//

Keadaan Guru/
Guru   sebagai   pendidik/   merupakan   orang   yang   berkompeten dibidangnya  yaitu  mendidik  anak agar  dapat  mengembangkan  segala potensinya/ SD Sekolah Alam Ar-Ridho merupakan lembaga pendidikan yang menyadari/ akan pentingnya seorang  pendidik yang berkualitas/ sehingga rasio jumlah perbandingan antara guru dan anak/  kompetensi/ serta pendidikan pendidik/ menjadi prioritas utama//

Guru di   SD Sekolah Alam Ar-Ridho/ harus memiliki dedikasi/ kompetensi/ loyalitas/ responbility/ dan kreativitas// Tanggung jawab guru tidak hanya mengajar/ tetapi  juga  bertanggung   jawab  untuk melihat setiap potensi anak// Perbedaan siswa dipandang sebagai keunikan/ Agar lebih intesif/ untuk kelas 1, 2, dan 3, per kelasnya diisi oleh 2 orang guru/ sementara untuk kelas 4,5,6/ masing-masing 1 orang guru//
Guru yang berkualitas diyakini oleh sekolah alam/ adalah modal utama dan pertama sekolah yang berkualitas/ diikuti oleh metode belajar yang tepat/ dan buku atau literatur yang cukup dan memadai//

Keadaan Siswa/
Siswa  SD Sekolah  Alam  Ar-Ridho/  merupakan  peserta  didik  yang berasal dari masyarakat sekitar/ dan warga lain yang mengetahui keunikan dari Sekolah Alam Ar-Ridho// Dari rekruitmen peserta didik tahun ajaran 2011/2012 /ada 352 murid yang terbagi dalam 18 lokal kelas/ Untuk TK 80 murid/ dan SMP 40 murid//

Letak Geografis/
SD Sekolah  Alam  Ar-Ridho  terletak  di  Tembalang/  tepatnya terletak di jalan Kelapa Sawit I/ Blok AA Bukit Kencana Jaya/ Kelurahan Meteseh Kecamatan Tembalang Kota Semarang// Sekolah  ini menempati tanah seluas 1.215 m2/ dengan luas bangunan 212,07 m2// Gedung ruang  kelas  SD Sekolah   Alam  Ar-Ridho  berbentuk  saung  dua lantai/ yang  lantainya terbuat dari papan  dan dinding gedungnya tidak penuh sampai atap/ tapi hanya setengah saja yang dibuat dari papan juga/ Beberapa saung menggunakan tiang baja//

Secara  fisik/ gedung  SD Sekolah    Alam  Ar-Ridho  memang  berbeda dengan gedung-gedung SD lainnya/ Tujuan dibuat gedung yang seperti itu adalah/ agar siswa dapat menyatu keadaan alam sekitar/ hemat energi/ sirkulasi udara yang baik/ sehingga proses belajar mengajar tidak membosankan/ dan  juga fungsi estetika//
Ruang belajar berada di lantai satu dan dua/ Sebagian ruang gedung digunakan sebagai kantor/ PAUD-TK dan play group/ perpustakaan/ dan Lab. Komputer/ Walaupun gedungnya sederhana/ bukanlah suatu halangan untuk menciptakan suatu tempat yang nyaman dan menyenangkan dalam kegiatan belajar mengajar//

Letak bangunan gedung SD Sekolah  Alam Ar-Ridho Semarang/ secara garis besar  dapat dijelaskan sebagai berikut :// sebelah barat  merupakan Desa Bulusan/ Sebelah utara persawahan dan perumahan Dinar Mas/  Sebelah  timur  Dukuh Rejosari Desa Meteseh/ sedangkan disebelah selatan/ merupakan perumahan Bukit Kencana Jaya/ Meskipun berada di luar  pusat kota/ namun lokasi tersebut mudah dijangkau dan ramai lalu lintas menuju perumahan Bukit Kencana/ Lokasi sekolah kira–kira 10 menit dari UNDIP Tembalang kearah selatan//

Pembelajaran/
Dalam proses pembelajarannya/  secara umum SD Sekolah Alam Ar-Ridho menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pembelajaran (KTSP)/ di  tambah kurikulum lokal kesekolahalaman/ dikaitkan dengan local wisdom atau kearifan local//

Jadwal pelaksanaan kegiatan SD Sekolah Alam Ar-Ridho/ menggunakan ketentuan yang berlaku oleh Dinas Pendidikan/ dikolaborasikan  dengan  pendekatan  Webbed atau jejaring/  yang  disesuaikan  dengan  lingkungan/ budaya  local/  serta  media belajar  yang sederhana/ kreatif dan edukatif/  sesuai  dengan perkembangan anak// Sekolah Alam Ar-Ridho menggunakan model bahan ajar   melalui lesson plan/ atau rencana pembelajaran 1 semester/ weekly plan/ atau  rencana belajar mingguan/ dan daily plan/ atau rencana belajar harian//

Sistem pembelajaran berorientasi pada anak/ yang  memadukan  kurikulum  pembelajaran  bepusat   pada anak   melalui pendekatan  pembelajaran active learning/ fun learning/  dan student centered learning//

Program Unggulan/
Sebagai  upaya mewujudkan pendidikan anak yang sesuai dengan kebutuhan  anak/ di  SD Sekolah Alam Ar-Ridho memiliki penunjang kegiatan belajar mengajar dan program unggulan/  diantara  program unggulan sebagai berikut:/
  1. Outbound Training/
  2. Outing/Fieldtrip/
  3. Renang/
  4. Fun Science atau Science Fair/
  5. Bookweek/
  6. Kegiatan Puncak Tema/
  7. Home Visit/
  8. Parent Meeting/
  9. Parenting Club/
  10. Qiroaty/
  11. Market Day/
  12. Sholat Berjamaah/
  13. Muhadhoroh (Pentas Seni)/
  14. Talent Class/Kelas Talenta / dan
  15. Ekstrakurikuler /: Jurnalistik/ Perkusi-Rombenk/ Angklung/ Riset/ pencak Silat/Sepak Bola/ dan lain-lain//

Apresiasi Seni di Sekolah Alam/

Tampilan hari ini di radio RRI/ merupakan kontribusi dari kelas Talenta dan Ekstrakurikuler Perkusi dan Angklung//  Kelas Talenta adalah terobosan baru Sekolah Alam Ar-Ridho di tahun ajaran 2012-2013/ Diluncurkan dengan tujuan/ agar anak memiliki ruang yang cukup/ untuk mengelaborasi segenap potensi dan kemampuan/ yang dimilikinya sedini mungkin/ Diasuh oleh guru yang memiliki talenta yang sama/ sehingga menjadi sama-sama belajar/ Jadwalnya setelah istirahat makan siang/ di hari Senin hingga Kamis/ Kelas talenta ini khusus diberlakukan untuk kelas 4 dan 5 SD/ Kelas talenta yang ada yaitu :/ Menulis/ Menggambar/ Public Speaking/ Musikal/ Memasak/ Crafting/ dan teater/ Sementara esktrakurikuler/ diselenggarakan dihari Sabtu//

Untuk tampilan perkusi barang bekas/ yang disebut Rombenk ini/ spiritnya adalah mengapresiasi seni dalam perspektif lingkungan/ Jadi/ dari sampah atau barang-barang bekas yang semula tidak berguna/ diubah menjadi memiliki nilai seni, musik yang harmoni/ Sederhana tapi tidak murahan/ Lagu yang dpilih adalah lagu-lagu dolanan/ nasyid atau lagu Islami/ dan lagu nasional/ Karena walau bagaimanapun/ seni adalah salah satu media untuk membentuk karakter diri/  Pengasuh tim perkusi ini adalah Pak Dipo dan Pak Doni//

Sekolah juga menyediakan angklung sebagai alat belajar/ Ini untuk mengapresiasi kesenian berbasis local wisdom yang dmiliki bangsa Indonesia/ Pengasuh kelas Angklung adalah Bu Winky/ Sejauh ini/ anak-anak sangat senang dan gembira belajar musik/ sekaligus belajar nilai-nilai kehidupan//
Read More

Rabu, 05 Desember 2012

Menimbang Kurikulum 2013



Hingga akhir Desember 2012 nanti, Kemendiknas menggelar uji publik terhadap Kurikulum 2013. Jika segalanya berjalan lancar, maka pada Juni 2013, kurikulum yang disebut sebagai penyempurnaan Kurikulum KTSP 2006 ini akan diberlakukan. Dalam berbagai kesempatan, Mendiknas, M. Nuh mengatakan bahwa kurikulum 2013 adalah kurikulum saintifik yang membentuk siswa menjadi analitik, suka mengamati, sigap bertanya, kritis, dan memiliki daya cipta. Kurikulum ini adalah jawaban dari banyak kritikan bahwa siswa Indonesia hanya pandai dalam menghafal pelajaran.
Sejarah pengembangan Kurikulum di Indonesia dimulai tahun 1947 yang bernama Rencana Pelajaran. Lalu  Kurikulum Sekolah Dasar 1968, Kurikulum Sekolah Dasar 1978, Kurikulum 1984, Kurikulum 1994, Rintisan Kurikulum Berbasis Kompetensi  (KBK) 2004, dan terakhir yang digunakan adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006.
Landasan yuridis pengembangan kurikulum 2013 adalah UU Sisidiknas No. 20 tahun 2003, RPJMN 2010-2014 sektor pendidikan, dan Inpres No. 1 tahun 2010 yang berisi Percepatan  Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional: Penyempurnaan kurikulum dan metode pembelajaran aktif berdasarkan nilai-nilai Budaya bangsa untuk membentuk daya saing dan karakter bangsa.
Dalam bahan uji public kurikulum 2013,  Kemdiknas memuat evaluasi dan kritik publik terhadap pelaksanaan kurikulum 2006.  Beberapa permasalahan kurikulum 2006 ini menjadi alasan kuat perlu adanya penyempurnaan kurikulum 2006. Masalah itu diantaranya adalah : (1) konten kurikulum masih terlalu padat yang ditunjukkan dengan banyaknya matapelajaran dan banyak materi yang keluasan dan tingkat kesukarannya melampaui tingkat perkembangan usia anak, (2) kompetensi belum menggambarkan secara holistik domain sikap, keterampilan & pengetahuan, dan (3) kurikulum belum peka dan tanggap terhadap perubahan sosial yang terjadi pada tingkat lokal, nasional, maupun global.
Secara prinsipil elemen perubahan yang ada di kurikulum 2013, untuk SD, adalah : holistik dan tematik integratif berfokus kepada alam, sosial dan budaya , pembelajaran dilaksanakan dengan pendekatan sains, jumlah matapelajaran berkurang  dari 10 menjadi 6 namun jumlah jam bertambah 4 JP/minggu akibat perubahan pendekatan pembelajaran. Sementara untuk SMP, TIK menjadi media semua matapelajaran. Pengembangan diri  terintegrasi pada setiap matapelajaran dan ekstrakurikuler.  Jumlah matapelajaran juga berkurang dari 12 menjadi 10 dan Jumlah jam pelajaran bertambah 6 JP/minggu.
Secara filosofis, untuk jenjang  pendidikan dasar, Kemdiknas hendak memperbaiki pola pikir yang seharusnya sudah sejak dulu dipegang, yaitu : menempatkan IPA dan IPS pada posisi sewajarnya  bagi anak SD yaitu bukan sebagai disiplin ilmu melainkan sebagai sumber kompetensi untuk membentuk sikap ilmuwan dan kepedulian dalam berinteraksi sosial dan dengan alam secara bertanggung jawab. Hal baru lainnya, Kemdiknas akan membuat semacam Buku Induk atau Buku Babon untuk guru yang berisi Silabus, Panduan Pembelajaran dan Penilaian Mata Pelajaran.
Timbangan
Yuridis.  Pengintegrasian IPA dan IPS dalam Mapel lain ternyata berpotensi bertentangan dengan  UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2004 pasal 37 ayat 1, yang jelas menyebutkan bahwa kurikulum Dikdasmen wajib memuat : pendidikan agama, pendidikan kewarganegaraan, bahasa , matematika, IPA, IPS, seni dan budaya, pendidikan jasmani dan olahraga,  keterampilan/kejuruan, dan muatan lokal.  Pengintegrasian IPA dan IPS ini tentu menjadi multitafsir, karena itu untuk benar-benar dapat melaksanakan ide ini, Kemdiknas sebaiknya memiliki payung hukum, minimal berwujud PP. Sebab, di pasal 36 ayat 4 UU yang sama, syarat pengembangan kurikulum adalah pengaturan  lebih lanjut dalam PP.
Tematik Integratif. Penerapan metode tematik integratif berbasis sains di jenjang pendidikan dasar sebenarnya selaras dengan psikologi perkembangan anak-anak. Dalam Indrawati (2009), pembelajaran terpadu bersifat pro anak, karena ciri yang dimilikinya,  yaitu : holistik, bermakna, dan aktif. Sehingga. prinsip ini bisa diterapkan dari kelas 1 hingga kelas 6, namun dengan sedikit perbedaan.  DI jenjang kelas kecil (1,2, dan 3) IPA dan IPS dapat diintegrasikan dalam Mapel yang lain, akan tetapi untuk kelas besar (4,5, dan 6), sebaiknya IPA dan IPS tetap berwujud Mapel.  Muatan materi sains yang mulai spesifik menuntut adanya penjelasan yang lebih terstruktur. IPA dan IPS dalam wujud Mapel ini tetap akan bisa terpadu mengacu pada tema yang telah ditentukan, dengan cara menyusun rencana belajar (lesson plan) yang baik di setiap awal semester. Di acara penyusunan rencana belajar inilah, guru kelas dan guru bidang studi (IPA dan IPS) berbagi tugas, khususnya jadwal mengajar.
Analog dengan integrasi IPA dan IPS, pada dasarnya pembelajaran Pendidikan Agama pun dapat diberlakukan serupa, khususnya Pendidikan Agama Islam. Problem  klasik PAI bahwa siswa pandai PAI  secara kognitif namun lemah di pengamalan akan terjawab dengan diintegrasikannya PAI di setiap pelajaran dan kesempatan.
Sebagai perbandingan, di sekolah dasar yang mengintegrasikan PAI, Standar Kompetensi (SK) Al-QURAN diterapkan dengan memberikan jam khusus pelajaran Membaca Al-Quran, dengan berbagai metode seperti Qiroaty atau Iqro. Kemudian SK FIKIH berupa sholat berjamaah, terkadang dengan bacaan yang dikeraskan, terutama di kelas kecil (kelas 1-3). Barulah untuk SK AQIDAH-AKHLAK, diintegrasikan secara tematik dalam pelajaran yang lain, seperti Sains dan Bahasa. Pemisahan PAI sebagai Mapel khusus biasanya diterapkan di kelas besar (kelas 4-6), khususnya Fikih. Itupun dengan lingkup Fikih dasar seperti belajar Bab Thaharah dan Sholat. Mengapa demikian? Karena cara belajar agama yang paling mudah dan efektif, bagi anak-anak usia pendidikan dasar adalah dengan cara keteladanan dan integratif.
Sayangnya, kurikulum 2013 belum memberi ruang soal ini. Pendidikan Agama masih seperti sebelumnya dengan durasi waktu sekali pertemuan dalam seminggu. Jika dikonfrontasikan dengan kebutuhan masa kini yang semakin menghargai kecerdasan transedental (ruhaniah) dan memberi ruang pada religiositas, maka kurikulum 2013 belum memberi angin segar bagi pendidikan karakter manusia Indonesia seutuhnya.
                Assesment.  Pendekatan tematik integratif dan orientasi pada pembentukan karakter, melahirkan konskuensi  metode assessment baru. Raport yang hanya berwujud angka seperti yang berlaku sekarang ini tidak akan mampu memotret secara utuh progress prestasi siswa. Diperlukan minimal dua raport. Raport kognisi yang memotret kemampuan akademis siswa dan raport  portofolio yang merekam hasil dan proses kerja/belajar siswa. Beberapa sekolah bahkan menambahkannya dengan raport naratif yang berisi obesrvasi guru terhadap perilaku atau karakter siswa.
Evaluasi akhir pun, dapat berubah dari sesuatu yang ditakuti siswa menjadi yang paling ditunggu-tunggu siswa karena berwujud seremoni  besar dan meriah. Ia dapat berupa Fair/Pameran  seperti Science Fair, atau berupa Unjuk Kerja, Gelar Karya, dan dan sejenisnya. Di sini, orang tua dan juga para stakeholder pendidikan dapat melihat kemampuan siswa menampilkan apa yang telah mereka pelajari di sekolah. Acara biasanya ditutup dengan diskusi privat antara guru kelas dan masing-masing orangtua murid, terkait perkembangan siswa. Pertanyaannya, mampukah guru-guru Indonesia mengubah kebiasaannya, dari yang semula berorientasi pada hasil (nilai)  menjadi berorientasi pada proses dan hasil (attitude kerja)?
                Satu hal yang mengganjal, kurikulum 2013 juga tidak memberikan ruang pembahasan terhadap UAN. Padahal,  selama UAN masih ada, maka diyakini selama itu pula akan selalu ada tingkat kelas terakhir di setiap jenjangnya (kelas VI, IX, dan XII) yang menjadi kelas karantina. Disebut kelas karantina, karena keasyikan belajar tematik integratif tidak berlaku di kelas ini. Di kelas karantina, orientasinya adalah belajar adaptasi terhadap soal-soal UAN agar sukses UAN. Hal ini menjadi paradoksal, karena seharusnya kelas tertinggi adalah representasi dari siswa dengan pengetahuan paling mahir dan berperilaku paling mulia. Namun, yang terjadi, kelas tertinggi mewakili kondisi siswa yang justru “bertegangan tinggi” dengan tingkat stress yang paling tinggi, berikut guru dan orang tuanya.
                Cara Belajar. Cara belajar secara signifikan akan berubah. JIka orang tua selama ini terbiasa dengan satu jadwal yang berlaku untuk satu semester bahkan satu tahun, maka di kurikulum tematik integratif, jadwal pelajaran hanya berlaku selama tema itu berlangsung. Jika sebuah tema telah habis masanya, maka otomatis akan ada jadwal baru lagi. Adanya perbedaan jadwal di tema yang berbeda ini, disebabkan karena perbedaan titik tekan materi yang ingin dipelajari. Namun hal ini dapat disiasati dengan mengkopi rencana belajar  mingguan (weekly plan) dalam satu semester atau minimal satu tema. Dengan memiliki rencana belajar mingguan, orang tua  dapat mengawal pembelajaran anaknya, bahkan dengan tingkat kedetailan yang lebih tinggi dari sekedar jadwal pelajaran biasa.  Pertanyaan untuk guru adalah, mampukah guru menyiapkan rencana belajar (lessonplan) hingga satu semester  dengan tingkat kedetailan hingga weekly (mingguan) dan atau daily (harian), yang akan menjadi panduan bagi  orang tua untuk membantu belajar anaknya di rumah?
                Yang menjadi catatan berikutnya, adalah seberapa dalam penelitian penentuan tema-tema yang akan digunakan nantinya. Dalam pembelajaran tematik integratif, penentuan tema menjadi titik krusial. Kekeliruan dalam menentukan tema dan batasan kedalaman pembahasan akan menghasilkan pembelajaran yang tidak tepat sasaran. Dalam bahan uji publik kurikulum 2013 ini, belum dilampirkan daftar tema yang mungkin akan digunakan terutama di jenjang SD, sehingga publik belum dapat memberikan tanggapan atau saran terhadap kompleksitas tema. Walaupun secara garis besar, cakupan pembahasan telah diberikan. Yaitu seputar: Diri Sendiri, Keluarga, Lingkungan dan Bumi (Semesta). Karena itu akan lebih bijak,  jika kurikulum 2013 ini tetap memberikan keleluasaan  bagi sekolah untuk memilih tema yang sesuai dengan karakter sekolah dan kebutuhan siswa. Jadi, Kemdiknas dapat menyediakan semacam bank tema, yang dapat dipilih dan diolah oleh setiap tingkat satuan pendidikan.
                Mengingat betapa kurikulum 2013 ini berbeda signifikan dari kurikulum sebelumnya dan membutuhkan dukungan penuh terutama dari guru, maka sebaiknya Kemdiknas menggelar  Uji publik yang kredibel, melibatkan organisasi-organisasi guru, sosialisasi masif, dan tidak terburu-buru menerapkannya di awal tahun ajaran baru Juni 2013. Mengubah kurikulum ibarat memindahkan gunung. Kekuatan Kemdiknas sepihak tidak akan membuat ‘gunung’ beringsut. 


Berikut Bahan Uji Publik Kurikulum 2013 yang diunduh dari laman Kemdiknas :



Read More

Selasa, 04 Desember 2012

Dari Bait Puisi Menjadi Lirik Lagu

Ada sebuah obsesi hidup yang ingin kuraih, dan sekarang sedang dalam proses menuju kesana. Aku yakin suatu saat aku bisa mencapainya. Ya, aku ingin menulis bait puisi yang kuat yang sekaligus bisa menjadi lagu yang kuat dan abadi. Setidaknya, seperti kekuatan lirik lagu Ebiet G. Ade, dan lagu Bimbo yang ditulis Pak Taufiq Ismail. Dalam, kuat, dan suci.

Dan, hingga hari ini, alhamdulillah setidaknya sudah 3 buah bait puisiku yang menjadi lirik lagu.
Pertama, tahun 2002, dalam lagu "Putri" yang dinyanyikan oleh Jikustik. Meski belum pernah kontak dengan personil Jikustik, tapi pertama kali mendengar secara dalam lagu ini, aku seperti sudah sangat akrab dengan kalimat dalam lagu ini, untuk kemudian tiba-tiba aku tersadar bahwa itu memang kalimatku. Kalimat  yang kubuat dalam sebuah puisi, yang kutujukan sebagai antologi puisi "Untukmu Sahabat". Bait puisi ini kubuat di atas kapal feri di atas Selat Sunda, saat mudik pulang ke Sumatera.

Kalimat itu :
"Jika kau rindukan aku,
coba kau pandangi langit malam ini,
jika tak cukup membantu,
cobalah kauhirup udara pagi, 
aku... di situ..."

dan ini videoklip Putri by Jikustik :



Kedua, tahun 2012 ini, ditangan seorang teman, seorang penulis puisi juga, penyair, juga penulis lagi, plus pelukis, namanya Yudi AW , sebait puisi sederhana dalam bahasa Inggris, menjadi sebuah lagu. Lagu yang sangat menghipnotis, asyik banget didengernya. Lagu yang menurut Yudi adalah bagian dari karyanya yang berjudul "Sebuah Prolog-Harmonium Jiwa". Saat artikel ini ditulis Yudi, di Batam sana sedang menyiapkan launching albumnya. So cool! Nanti kalo sudah komplit, aku akan pasang linknya. Sementara, Yudi memberikan link trailernya. Ada disini :


dan baitnya seperti ini :

"Time goes bye,
sometime so slowly and sometime so fast,
Growing the youth, and buried the older one"

Ketiga, juga di tahun 2012, bersama Pak Dipo, menciptakan lagu Jingle Sekolah Alam Ar-Ridho. Cerita yang ini sudah kuposting sebelumnya di sini.

Jadi, semoga Allah mengabulkan doaku, menulis lagu yang liriknya kuat, dan ... abadi. Amiin.
Read More

Chat