Rabu, 16 November 2011

Masih Banyak Cerita


hingga hari ini,
sejak posting terakhir dipublikasi
ada banyak hal dan peristiwa terlewati
terhadap diri, terhadap negeri...

dan January Cristy,
melalui lagunya "Masih Banyak",
menguatkan, apa yang terjadi di negeri ini
sesungguhnya tak banyak berubah,
sejak pertama kali kudengar lirik lagu ini saat masih SD,
puluhan tahun silam, mengakar kuat
hingga saat ini,
semuanya masih valid, masih relevan...

Sabtu, 17 September 2011

Semalam di Asrama Haji Donohudan

Rahma, Malul, Cista dengan karyanya.
Beberapa hari yang lalu (14-15/09), datang tugas dari sekolah untuk mendampingi murid-murid di acara Oliampade Mapel JSIT (Jaringan Sekolah Alam Terpadu) se-Jateng -DIY, di asrama haji Donohudan, Boyolali. Olimpiade yang rencananya diselenggarakan bulan Juni ini akhirnya digelar juga di bulan September 2011.

Sembilan cabang mata pelajaran dilombakan, yaitu  PAI, Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, Tahfidzul Qur'an, TIK (Edugame), SBK, Bahasa Inggris, dan Pildacil. Dengan dua jenjang berbeda, SD dan SMP. Infromasi seputar kegiatan ini dapat diakses di blog http://olimpiademapeljsit.wordpress.com/.

SAA mengirim 4 orang murid kelas V untuk cabang Tahfidz dan SBK. Ilma mewakili Tahfidz, sementara 3 orang lainnya; Cista, Rahma, dan Malul di SBK. Tidak banyak waktu yang tersedia atau persiapan khusus untuk lomba ini. Ilma yang tahfidznya cukup unggul diantara teman-temannya dikelas, langsung dipercaya untuk mewakili SAA. Sementara trio SBK, yang kali ini membuat layang-layang bermotif batik, hanya sempat sekali latihan membuat layang-layang berikut menggambar batiknya, dengan crayon.

Senin, 29 Agustus 2011

Ramadhan Riadi

demi waktu,
ketika masa mengikat wujud dan peristiwa
dan membungkusnya menjadi ingatan,
abstrak dan tak dapat disentuh 
mereka memberinya nama : masa lalu

demi masa,
ketika saudara kembar masa lalu,
belum lagi lahir,
tapi telah memiliki nama,
kehadirannya penuh diharapkan,
dialah : masa depan

Sabtu, 27 Agustus 2011

Keluarga Guru : Ramadhan-Idul Fitri 1432 H

"Harta yang paling berharga adalah keluarga
Istana yang paling indah adalah keluarga

Puisi yang paling bermakna adalah keluarga
Mutiara tiada tara adalah keluarga

Selamat pagi ayah, selamat pagi ibu,
Mentari ini berseri indah

Terima kasih ayah, terima kasih ibu
Penuh hati berkata dari kami putra putri yang siap berbakti..."

*theme song "Keluarga Cemara"

( episode foto keluarga, 27 Ramadhan 1432)


Jumat, 12 Agustus 2011

Ekskul Jurnal Live in di Yoss Traditional Centre



Live in, adalah salah satu metode belajar Ekskul Jurnalistik Spalza yang paling ditunggu-tunggu oleh anak-anak. Sejauh ini, telah dua kali Live in dilakukan. Yang pertama di desa Kalibening Salatiga, dan yang kedua di Yoss Traditional Centre (YTC) yang berlokasi di Ungaran. Partnerku, Mbak Noni menuliskan reportase Live in  di YTC awal tahun 2011 ini, yang sempat dimuat harian Suara Merdeka Minggu. Berikut tulisannya :

Presentasi : "Merayu" Editor/Penerbit

Presentasi ini disampaikan oleh Nora Umres ketika menggelar acara Workshop Menulis Teenlit, organizzad by Lini Kreatif di Hotel Gramedia Amaris Jl. Pemuda, April 2011 silam. Saya menghadirinya bersama anak-anak ekskul Jurnalistik Spalza.

Di forum ini, beliau berbagi pengalaman, bagaimana karya-karyanya berhasil menembus meja editor Gramedia. Silahkan disimak. Download filenya dibawah ini :

Rabu, 10 Agustus 2011

Jujur dalam Menyontek

MENYONTEK massal dalam ujian nasional (UN) di Sekolah Dasar Negeri 2 Gadel Surabaya adalah fakta empirik bahwa bangsa ini sedang sakit. Sakit, karena Ny Siami, whistle blower kasus mencontek yang dikoordinasi pihak sekolah itu harus terusir oleh warga kampungnya, Tandes, yang tak lain sesama wali murid dan tetangganya. Wanita itu, beserta Widodo, suami, dan anggota keluarga lainnya, mengungsi ke rumah neneknya di Gresik, Jatim. Wanita itu awalnya mengungkapkan ke publik bahwa anaknya, Alifah Ahmad Maulana (Aam) diminta oleh pihak sekolah ”membantu” teman sekelasnya mengerjakan soal. Anak yang selama ini dikenal cerdas itu kemudian ”memandu” teman-temannya menggarap soal ujian dan hasilnya baik.


Selasa, 09 Agustus 2011

Perahu Kertas : Tentang Hantu di Sudut Pikir

"kenangan itu cuma hantu di sudut pikir.
selama kita cuma diam dan nggak berbuat apa-apa, selamanya dia tetap menjadi hantu,
nggak akan pernah jadi kenyataan."

(kata Luhde pada Keenan, dalam "Perahu Kertas" karya Dee, hlm. 221)

---
Dalam tiga hari ini, novel setebal 442 halaman besutan Dee (Dewi Lestari) yang dilaunching 29 Agustus 2009  lalu (kebetulan, tepat di Harlahku), selalu menemani waktu luangku. Kubaca di 3C, kelasku mengajar, membacanya saat istirahat didepan murid-muridku. Juga saat menunggu anak-anak 4C selesai hafalan untuk kemudian belajar English bersamaku. Bahkan, disaat debat pada rapat rutin guru, aku menyempatkan untuk membacanya, lumayanlah dapat dua-tiga bab. Dan aku kemudian menamatkannya sambil mendampingi murid les privatku di suatu malam. Ya, mau gimana lagi, sekarang ini, waktu khusus dan sepi untuk membaca buku tebal sudah tak ada lagi. Mencuri-curi waktu dan kesempatan adalah satu-satunya cara agar bisa mendaras buku.